Sabtu, 27 April 2013

3 Sumsel Gemilang

Date: Sabtu, 27 April 2013 15.09
Category:
Author: Rico
Share:
Responds: 3 Comment
Jembatan Ampera 


Sumatera Selatan atau pulau Sumatera bagian selatan yang dikenal sebagai provinsi Sumatera Selatan didirikan pada tanggal 12 September 1950 yang awalnya mencakup daerah Jambi, Bengkulu, Lampung, dan kepulauan Bangka Belitung dan keempat wilayah yang terakhir disebutkan kemudian masing-masing menjadi wilayah provinsi tersendiri akan tetapi memiliki akar budaya bahasa dari keluarga yang sama yakni bahasa Austronesia proto bahasa Melayu dengan pembagian daerah bahasa dan logat antara lain seperti Palembang, Ogan, Komering, Musi, Lematang dan masih banyak bahasa lainnya.
Menurut sumber antropologi disebutkan bahwa asal-usul manusia Sumatera bagian selatan dapat ditelusuri mulai dari zaman paleolitikum dengan adanya benda-benda zaman paleolitikum pada beberapa wilayah antara lain sekarang dikenal sebagai Kabupaten Lahat, Kabupaten Sarolangun Bangko, Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Tanjung Karang yakni desa Bengamas lereng utara pergunungan Gumai, di dasar (cabang dari Sungai Musi) sungai Saling, sungai Kikim lalu di desa Tiangko Panjang (Gua Tiangko Panjang) dan desa Padang Bidu atau daerah Podok Salabe  serta penemuan di Kalianda dan Kedaton dimana dapat ditemui tradisi yang berasal dari acheulean yang bermigrasi melalui sungai Mekong yang merupakan bagian dari bangsa Monk Khmer.

Ampera

Adalah Jembatan yang selain fungsinya sebagai penghubung antara Seberang Ulu dan Seberang hilir yang di pisahkan oleh Sungai Musi juga sebagai tempat wisata, Jembatan Ampera juga merupakan Lambang dari Kota Palembang.
Jembatan Ampera bisa di sebut Golden Gate nya Indonesia, Struktur Jembatan Ampera.
  • Panjang: 1.117 meter
  • Bagian Tengah: 71,90 meter
  • Lebar: 22 meter
  • Tinggi dari Permukaan Air: 11,5
  • Tinggi Menara: 63 meter
  • Jarak Menara : 75 meter
  • Berat: 944 ton
Jembatan Ampera di bangun pada April 1962, awalnya Jembatan Ampera di beri nama Jembatan Bung Karno. Peresmian pemakaian Jembatan dilakukan pada tahun 1965 sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama Jembatan, pada saat itu Jembatan Bung Karno adalah Jembatan terpanjang di Asia Tenggara, dikarenakan gerakan anti Bung Karno yang sangat kuat maka pada tahun 1966 nama Jembatan tersebut diganti dengan Ampera (Amanat Penderitan Rakyat) sampai sekarang.
Keistimewaan Jembatan Ampera adalah dulunya pada agian tengah Jembatan Ampera bisa di angkat yang dimaksudkan agar kapal-kapal yang melewati Sungai Musi tidak terbentur dengan badan Jembatan, pemberat masing-masing bandul mencapai 500 ton, dengan kecepatan pengangkatan bandul 10 meter per menit, pada saat bagian atas jembatan dapat diangkat kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi 44,50 meter dapat melalui sungai Musi.

Dengan alasan waktu pengangkatan bagian tengah jembatan ini di anggap menganggu arus lalu lintas di atasnya maka pada tahun 1970 di berhentikannya pengoperasian tersebut dan pada tahun 1990 bandul pemberat pada jembatan ini diturunkan.
Dan sekarang Jembatan Ampera adalah salah satu objek wisata di Palembang, oleh karena itu rasanya belum lengkap jika berkunjung ke Palembang tanpa mampir untuk melihat atau berfoto di Jembatan Ampera, karena jembatan ini sudah banyak mengalami perubahan dan sekarang Jembatan Ampera di percantik dengan lampu-lampu yang menghiasi badan Jembatan serta cahayanya yang berkilau di sungai Musi membuat kita betah berlama-lama menikmati keindahanya yang menjadi kebanggaan warga Palembang, Indonesia.


Trans Musi


Trans Musi adalah kendaraan berjenis Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Palembang, Indonesia. Trans Musi dikelola oleh PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Palembang.  Sistem transportasi transmusi ini menghubungkan moda transportasi lainnya berupa bandara, stasiun kereta api, terminal bus, dan terminal bus air.
Sistem pembayaran Trans Musi menggunakan kartu pintar (smart card). Terdapat dua jenis smart card yaitu tiket sekali jalan (single trip) atau isi ulang. smart card isi ulang dibuat dengan empat tipe yang bisa dipilih masyarakat. Adapun voucher perdana untuk tipe isi ulang disediakan sebesar Rp. 18.000, dengan rincian Rp. 10.000 untuk voucher dan pulsa Rp. 8.000. Untuk voucher isi ulang juga disiapkan pulsa dari Rp. 10.000, Rp. 20.000, Rp. 50.000,dan Rp. 100.000.

Sejarah Trans Musi
Awalnya Trans Musi beroperasi pada januari 2010 melalui penyerahan bus Transmusi dari Departemen Perhubungan sebanyak 15 unit.  Saat itu Trans Musi hanya melayani dua koridor, yaitu koridor 1 dan koridor 2. Hingga 2012 armada Trans Musi telah mencapai 120 unit.

Armada Trans Musi

Armada Trans Musi
Hingga 2012 bus Trans Musi berjumlah 120 unit. Direncanakan pada 2013 akan ditambah 60 unit bus lagi.
5 Armada bus yang dimiliki Transmusi:
  • Mitsubishi Lux 135PS -- Rahayu Santosa
  • Hyundai Mighty 136 B -- Restu Ibu
  • Hyundai Koty-s 136PS Euro 2 -- Korindo
  • Hino RK8-235 Nucleus 3 -- New Armada
  • Mercedes Benz OH-1521 -- Laksana
Buat Kedepanya Trans musi Tolong di tambah unit kendaraan sehingga penumpang tidak berdesakan saat menaiki trans musi, terutama di dekat masjid agung, sama di jakabaring Terimakasih.

Program Berobat And Sekolah Gratis

Program Sekolah Gratis dan Berobat Gratis yang pernah dijanjikan Sang Gubernur waktu kampanye pun menjadi pertaruhan reputasi dan moral baginya. Implementasi program tersebut sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Tahun demi tahun berjalan, sebagian rakyat Sumsel merasakan manfaat pelaksanaan program tersebut. Namun sebagian lagi mencemoohnya karena dianggap tidak berjalan dengan baik. Tak perlu sulit untuk ditebak, aku berada pada barisan orang-orang yang mencemooh kedua program tersebut khususnya Program Berobat Gratis.
Bertahun-tahun aku berada dalam kelompok masyarakat yang apatis dengan janji pelaksanaan Program Berobat Gratis. Bagaimana tidak, dalam pandanganku, masyarakat berobat ke Puskesmas di Kota Palembang masih saja bayar setidaknya Rp. 2000. Gratis dari mana? Begitu seterusnya anggapanku terhadap salah satu Program Unggulan Pemprov tersebut, hingga datang tahun 2011.
Pada tahun itu aku baru saja memiliki keponakan yang lahir di akhir tahun 2010. Seorang keponakan laki-laki yang sehat, lucu dan lincah anak dari adik bungsuku. Namun ketika keponakanku masuk pada usia yang ke-7 bulan, ia sering menangis kesakitan. Setelah diperiksakan ke dokter ternyata keponakanku memiliki hernia (penyakit yang biasa dinamai dengan usus turun) di bagian kanan bawah perutnya. Dokter menyarankan agar keponakanku segera melakukan operasi. Kata dokter, hanya dengan operasi hernia itu bisa disembuhkan.
Orang tua keponakanku adalah orang-orang sederhana yang berpendapatan pas-pasan. Sementara operasi hernia memerlukan biaya yang lumayan besar. Kabarnya untuk melakukan operasi tersebut diperlukan biaya sebesar 7 sampai 10 juta Rupiah. Jumlah itu sungguh merupakan sebuah angka yang amat besar untuk segera didapatkan dalam jangka waktu yang cepat bagi adikku dan suaminya. Mereka kebingungan memikirkan bagaimana cara menghadirkan dana sejumlah itu dengan cepat padahal kebutuhan operasi ini sudah mendesak mengingat keponakanku semakin sering menangis karena merasa kesakitan.

Setelah mendapat informasi, adikku segera mengurus semua keperluan administrasi yang dibutuhkan. Prosesnya tak lama, setelah pengurusan administrasi selesai, keponakanku segera diinapkan di RS Muhammadiyah. Selang beberapa hari kemudian, proses operasi hernia keponakanku dilakukan. Operasi pun berjalan lancar. Keponakanku pun akhirnya sembuh dari hernia yang dialaminya dan kembali ceria. Kedua orang tuanya pun juga gembira karena anaknya kembali sehat tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Berobat gratis memang benar-benar gratis.

Memang ada beberapa hambatan dalam pelaksanaan program ini. Hambatan-hambatan itu antara lain misalnya kurang seriusnya pemerintah tingkat Kabupaten/Kota dalam menjalankan implementasi kedua program ini di daerahnya masing-masing sehingga pelayanan terhadap masyarakat untuk program ini terkesan setengah-setengah, lambat, dan bertele-tele. Belum lagi tidak dilengkapinya fasilitas dan tenaga medis pada Rumah Sakit Daerah di berbagai Kabupaten membuat banyak pasien yang akhirnya terpaksa dirujuk ke RSMH Palembang.

Selain itu, pengurusan administrasi awal yang merupakan bagian dari rangkaian prosedur pelaksanaan program berobat gratis sering dianggap masyarakat sebagai hal yang merepotkan. Padahal proses pengurusan administrasi ini adalah sebuah hal penting agar petugas-petugas pelaksana program ini dapat memastikan bahwa yang berobat tersebut adalah benar warga Sumsel yang berhak menggunakan fasilitas program berobat gratis. Sesungguhnya mengurus administrasi pada program Jamsoskesmas seharusnya tidaklah sulit. Hanya diperlukan fotokopi KTP, KK, dan Surat Keterangan Dari Kelurahan. Semua seharusnya berjalan lancar dan cepat apabila perangkat petugas yang menanganinya bekerja secara profesional.
Hambatan yang paling parah pada program ini adalah banyaknya pungutan-pungutan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab dalam pelaksanaan kedua program gratis ini. Pungli-pungli ini-lah yang membuat pandangan masyarakat buruk terhadap pelaksanaan kedua program tersebut. Ibarat kata pepatah ‘gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga’, begitulah nasib kedua program itu di mata sebagian besar masyarakat akibat adanya pungli-pungli yang marak di berbagai daerah di Sumsel ini.

Hambatan dan rintangan yang ditemui Pemprov dalam menerapkan program ini selayaknya harus segera dibenahi di kemudian hari agar implementasi program berobat gratis ini mampu disempurnakan dan benar-benar menjadi jaminan bagi kelangsungan hidup rakyat Sumsel. Saya percaya Pemprov mampu lakukan apa yang diharapkan oleh setiap lapisan masyarakat Sumsel ini.


masa pemerintahan Bapak Alex Noerdin akan segera habis tahun 2013 ini. Beliau akan maju lagi untuk lanjutkan pembangunan di Sumsel. Salah satu janji beliau sekarang yang saya akan ingat seterusnya jika beliau terpilih adalah “Menyempurnakan Sekolah Gratis dan Berobat Gratis”. Saya yakin beliau tidak akan ingkar janji, karena sebelumnya juga tidak. Apalagi tahun ini akan dimulai pembangunan Rumah Sakit milik Provinsi yang akan dilengkapi dengan fasilitas yang canggih. Tentu saya akan mendukung Pak Alex Noerdin melanjutkan rencana ini. Semoga Sumsel semakin gemilang.


Program Pendidikan Gratis yang diajalankan oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mendapat anugerah Museum Rekor Indonesia (MURI).Penyerahannya dilaksanakan bertepatan peluncuran Program Berobat Gratis.
Program sekolah gratis di Sumsel dimaknai sebagai bebasnya orang tua dari kewajiban membayar biaya operasional sekolah yang selama ini dipungut oleh sekolah kepada orang tua murid setiap bulan. Selanjutnya biaya tersebut diganti/dibayar oleh pemerintah dengan besaran tertentu berdasarkan kebutuhan dasar setiap anak per bulan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di suatu jenjang pendidikan.
Sedangkan Pelaksanaan sekolah gratis itu ditopang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan Pemda Kabupaten/Kota yang bekerjasama memberikan bantuan dana operasional sekolah, sehingga murid tidak lagi dibebani biaya sekolah. Jadi dana pendidikan sekolah gratis ini dianggarkan di APBD provinsi dan APBD kabupaten/kota.
Besaran unit cost program sekolah gratis per siswa menurut APBD 2012 adalah seperti berikut
Dana program sekolah ini dibiayai sharing Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel dan APBD kabupaten/kota disesuaikan dengan kemampuan APBD kabupaten/kota tersebut.
Program sekolah gratis ini ditunjang juga oleh BOS yang untuk siswa SD sebesar Rp 580.000 per tahun/siswa, SMP/MTs Rp 710.000 per tahun/siswa, dan SMA/MA Rp 120.000 per tahun/siswa.
Belum lagi ditambah dana-dana bantuan dari pemerintah pusat seperti Bantuan Khusus Murid (BKM) dan sebagainya. Dengan adanya bantuan tersebut, siswa di Sumsel tidak lagi dipungut biaya operasional sekolah atau dikenal dengan uang SPP.
Sedangkan uang buku, uang transport dan lain-lain untuk para siswa dan murid , bisa di ambil dari dana bantuan pusat seperti BKM atau bantuan pemerintah kabupaten dan kota sendiri kepada siswa atau murid. Pengecualian hanya pada sekolah standar nasional (SSN) dan rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) yang masih diperbolehkan memungut biaya operasional. Dalam program sekolah gratis, biaya pribadi peserta didik seperti ongkos transportasi ke sekolah, seragam, uang saku, dan sebagainya tetap ditanggung oleh murid.



Sumsel Wifi Free Area
Warga Sumsel khususnya yang tinggal di Kota Palembang segera bisa terhubung satu sama lain di dunia maya dengan selesainya pemasangan jaringan internet wifi oleh Pemprov Sumsel. 


Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan pemerintah pusat memproyeksikan 2015-2019 masyarakat informasi Indonesia bisa memanfaatkan akses area Wifi gratis. Namun, Sumsel menurutnya menargetkan 2013 wifi gratis sudah bisa mencakup area seluruh Sumsel. 

"Khususnya Kota Palembang 2012 ini akan terus bertambah (wifi gratis)," kata H Alex Noerdin saat peluncuran  Free Wifi Area pada Masyarakat, Jumat . 


Menurut Alex, perkembangan industri teknologi dan informasi komunikasi di Indonesia menjadi harapan baru membantu perkembangan negara segala bidang dan perlu diperhatikan semua pihak, serta membuka mata dunia atas kemampuan SDM Indonesia.



Berdasar data dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Sumsel, sudah ada 15 free WiFi area di kota Palembang.  Sebagian berada  tempat umum, instansi pemerintahan dan Perguruan Tinggi. 



Alex yang mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jaya lebih lanjut menuturkan saat ini Palembang masih berada di peringkat tujuh sebagai kota yang memiliki wifi terbanyak. 
"Ke depan saya yakin akan bisa masuk menjadi empat besar di bawah Jakarta, Bandung, dan Surabaya," katanya.

Mengenai providernya, pihaknya bekerjasama dengan PT Yuda Nusantara, PT Telkom dan Telkomsel dengan kecepatan 1 megabyte per second. Untuk dana yang digunakan selain APBD juga dari pihak ketiga.

Selain peluncuran wifi gratis juga diadakan lomba blogger se-kota Palembang. Sebanyak yang  655 peserta ikut serta, terdiri dari 128 orang peserta dari tingkat SMA/SMK/MA, 436 peserta dari kalangan mahasiswa dan 91 peserta dari kalangan umum. Lomba memperebutkan 10 laptop, satu tablet PC dan 10 ponsel blackberry.


Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Sumsel, Wasista Bambang Utoyo, Kadishukominfo Sumsel Ir Sarimuda, beberapa kepala SKPD serta rektor perguruan tinggi di Sumsel pengusaha dan para peserta blogger.

15 titik "free" WiFi Area di kota Palembang:
-Kambang Iwak
-JSC
-Taman flyover Simpang Polda
-Universitas Binadarma
-Palembang Indah Mall
-Halaman Kantor Gubenur Jl Kapten A Rivai, Palembang
-Halaman Kantor Dishukominfo Sumsel
-Griya Agung Palembang
-Palembang Square
-Palembang Trade Center
-Stasiun KA Kertapati
-Bandara SMB II
-Kampus IAIN
-Kampus Unsri Bukit Besar
-DPRD Sumsel dan PSCC
Targed Ke depanya Di tambah  lapangan hijau / tempat santai + wifi Free biar pelajar umum / mahasiswa bisa sambil santai sambil mengakses wifi free :)

"Rakyat Didahulukan Kerja diutamakan "
Sumsel Tetap Gemilang Sampai Priode 2018
Tetap Dukun dan coblos No 04 H.Alex noerdin And Ishak Mekki

Artikel Terkait :



Comments
3 Comments

3 comments

9 Mei 2013 pukul 14.54

bagus kak artikelnya lanjutkan kak, sukses :) untuk H.Alex Noerdin

SUMSEL GEMILANG

9 Mei 2013 pukul 15.00

Artikelnya sangat bagus di baca bang :), semoga sukses dan templatenya mayan kren kak :)

9 Mei 2013 pukul 15.02

mantap wak, aku dukung no 4 Alex noerdin dan ishak meki lanjutkan Sumsel gemilang.

Posting Komentar

Test