Senin, 10 Juni 2013

0 Di Istana Negara, Jokowi Tetap Jadi Bintang

23.56 Under From Rico
[0 Comment]
Liputan6.com, Jakarta : Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi ternyata tidak hanya populer di perkampungan dan pasar-pasar saja. Buktinya, mantan Walikota Solo, Jawa Tengah ini, juga menjadi 'bintang' saat berada di Istana Negara.

Jokowi hadir di Istana Negara, Senin (10/6/2013), dalam rangka pencanangan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Dia juga menerima penghargaan untuk kategori Penyusunan Buku Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) terbaik yang diraih Provinsi DKI Jakarta.

Usai penutupan acara dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan ruangan, Jokowi langsung dikerubuti para pemenang penghargaan Adipura, Kalpataru, dan Adiwiyata Mandiri, yang berasal dari seluruh Indonesia. "Terima kasih, terima kasih," ujar Jokowi menyambut salam dan ucapan selamat.

Seperti yang terjadi saat Jokowi blusukan ke kampung-kampung dan pasar, di Istana Negara ini dia juga harus melayani permintaan foto bersama dari para undangan. Dengan tetap tersenyum, Jokowi memenuhi permintaan tersebut. Bahkan, saat jajaran menteri dan pejabat lainnya sudah meninggalkan Istana Negara, Jokowi masih saja 'tersandera' oleh para penggemarnya itu.

Dicubit

Jokowi kemudian meningalkan ruangan Istana Negara. Namun tetap saja, dia terus diburu. Di tempat parkir kendaraan di belakang Istana Negara, rombongan yang lebih besar sudah menghadang. Mereka adalah anggota rombongan penerima penghargaan dari berbagai daerah yang tak bisa masuk ke ruangan acara di Istana Negara.

Meski terlihat lelah, Jokowi kembali melayani permintaan foto bersama. Tak hanya difoto, suami dari Iriana ini juga ditarik ke sana ke mari, dicubit, dan dirangkul sambil berfoto. Sementara Jokowi mengambil sikap pasrah sembari tetap menebar senyum.

Bagi para 'fans' dadakan ini, bisa berfoto dengan Jokowi merupakan souvenir yang langka untuk dibawa ke kampung halaman.

"Jarang-jarang bisa bertemu dengan Jokowi, apalagi bagi kami yang orang daerah. Jadi ini oleh-oleh istimewa untuk dibawa ke kampung kami," ujar Irna, anggota rombongan dari Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Sementara bagi yang lainnya, Jokowi dianggap sebagai sosok pemimpin yang rendah hati dan merakyat. Sehingga layak untuk dijadikan panutan. "Sosok Pak Jokowi itu juga terkenal sampai ke tempat kami, jadi foto ini bisa buat bikin iri teman-teman," ucap Farhan yang mengaku anggota rombongan dari Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

Jokowi akhirnya bisa masuk ke mobilnya meski dengan susah payah. Bahkan, ketika mobil Toyota Kijang Innova bernomor polisi B 1124 BH yang membawa Jokowi meninggalkan pelataran parkir Istana Negara, jepretan kamera dari para penggemar itu tak juga berhenti. (Eks/Sss)

 http://news.liputan6.com
http://news.liputan6.com/read/608906/di-istana-negara-jokowi-tetap-jadi-bintang

Read More »

0 Pembukaan PRJ, Lagu Kicir-kicir dan Gang Kelinci untuk Jokowi

23.24 Under From Rico
[0 Comment]
 
SUASANA PRJ


Liputan6.com, Jakarta : Berita Terbaru Dan Terpopuler DI Jakarta Peresmian pembukaan Jakarta Fair ke-46 diramaikan dengan sejumlah pertunjukan. Setelah diresmikan Presiden SBY, dilanjutkan dengan pesta kembang api, pagelaran tari Betawi, hingga drama musikal yang bercerita tentang sejarah Kota Jakarta.

Dalam pagelaran drama musikal yang digelar di panggung utama, salah seorang pengisi acara yang menyanyikan lagu Kicir-kicir dengan mengubah lirik lagu daerah Betawi tersebut.

Lagu yang terkenal sejak zaman penjajahan itu, dinyanyikan dengan lirik yang disesuaikan dengan program-program kerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi, seperti Kartu Jakarta Pintar dan MRT. Salah satu petikan lirik gubahan tersebut adalah 'Bang Gubenur, punya program hebat, kalau sakit ya nona pake Kartu Jakarta Sehat'.

Selain itu, artis senior, Titiek Puspa yang terlibat dalam drama musikal juga tak mau kalah dalam memuji kinerja Jokowi-Ahok dalam memimpin Jakarta. Lagu Gang Kelinci yang identik dengan dirinya pun digubah syairnya menjadi bentuk dukungan kepada Jokowi.

"Selamat tugas Bang Jokowi, Bang Ahok. Jokowi, Ahok, Ahok. Jokowi, Ahok, Ahok. Jokowi, Ahok, Ahok, We Love You. Jokowi, Ahok, Ahok, God Bless You," kata Titiek Puspa yang langsung ditimpali senyum tipis oleh Jokowi yang duduk di barisan depan kursi penonton bersama SBY, Hatta Rajasa, dan Komisaris Utama Jakarta Fair Murdaya W Poo.

Sementara artis Rio Febrian yang tercatat sebagai artis utama pada malam pembukaan Jakarta Fair ini juga tampil memukau. Rio membawakan lagu 'Ku Yakin Sampai di Sana'. Lagu karangan SBY ini dinyanyikan Rio sekaligus menutup acara pembukaan Jakarta Fair 2013. (Frd)

Website Liputan6.com


#KlikLiputan6

Menarik membaca berita dan ulasan sejumlah media online sehari teakhir ini soal ribut-ribut pelarangan tayang program investigasi Sigi di SCTV. Disebut-sebut ada campur tangan Menkum Ham Patrialis Akbar dibalik pembatalan tersebut. Konon pak menteri tak berkenan ‘cacat’ instansi di bawah kementriannya dibongkar ke publik.

Disebutkan pula pembatalan tersebut dilakukan manajemen SCTV setelah ‘didatangi’ utusan Menkum Ham ke markas Liputan 6 di kawasan Senayan. Ujungnya bisa ditebak, sang pemilik tak mau ikut kena getah masalah, dan diturunkanlah program Sigi dari jadwal tayang Rabu malam lalu. Padahal seharusnya Sigi akan mengungkap habis transaksi seks di dalam penjara lewat investigasinya yang berjudul “Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara”.

Diributkan di media jelas pihak-pihak yang berkepentingan membantah. Menkum Ham langsung menolak dikatakan telah melakukan intervensi sedemikian dalamnya di dapur redaksi Liputan 6. Kepada Tempo Interaktif Patrialis menyatakan, “Kalau pembatalan tayangan itu dikatakan karena permintaan saya, pernyataan tersebut fitnah seribu persen. Saya tak pernah menghubungi orang SCTV terkait program Sigi.” Patrialis juga menegaskan tidak mengenal pemilik SCTV Fofo Sariatmaja terkait masalah ini.

Patrialis meradang setelah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menuding ia campur tangan ke tubuh redaksi Liputan 6 meminta agar program Sigi tak ditayangkan. “Tindakan itu melanggar Pasal 4 (ayat 2) UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,” kata Koordinator Divisi Advokasi AJI Jakarta Aditya Heru Wardhana. Pasal itu berisi ketentuan bahwa terhadap Pers Nasional tak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran.

Okelah mentri Patrialis punya hak membantah, tapi jangan lupa AJI juga pastinya tak sembarang tuduh untuk kasus yang super serius ini. AJI pasti punya bukti atau setidaknya informasi yang cukup sahih mengenai pelarangan tayang tersebut.

Terus terang meski tak terlalu kaget dengan berita semacam ini, saya tetap menyesalkan mengapa pelarangan tayang sebuah program berita tv masih ada di negeri ini. Jika ini benar, sepertinya kita terlempar kembali ke masa Orde Baru dimana rambu-rambu yang boleh dan tidak boleh sebuah informasi diberitakan sangat tidak jelas. Represi macam ini jelas dalam skala kecil mengancam keberadaan bangunan demokrasi negeri ini. Sebuah usaha yang masih terus diupayakan banyak kalangan.

Bagi praktisi media jelas ini sebuah bencana. Sebuah lembaga terhormat ’sebesar’ redaksi Liputan 6 saja bisa tunduk pada kekuasaan dan modal. Bagaimana dengan redaksi lain yang relatif belum sebesar namanya dari Liputan 6?

Bagi Liputan 6 SCTV ini merupakan tragedi. Sebuah kredibilitas dipertaruhkan begitu rupa. Padahal untuk membangun kredibilitas media bukan perkara mudah. Butuh perjuangan bertahun-tahun, butuh waktu yang tidak pendek. Ibarat kata, harus ‘berdarah-darah’ dulu agar publik percaya pada kredibilitas media yang dibangun.

Apa yang terjadi kini Liputan 6 meruntuhkan kredibilitasnya sendiri. Sebuah kenyataan pahit, karena sebelumnya Liputan 6 SCTV dikenal sangat vokal, berani berhadap-hadapan dengan penguasa dalam berbagai kasus.

Karenanya, Apni seorang mantan awak SCTV di akun twitternya menuliskan kegeramannya. Salah satunya berbunyi begini “Kasihan liputan 6 SCTV ditekan penguasa dan pengusaha sekaligus. Lawan. Kalian punya sejarah melawan rezim.”

Apni juga mengingatkan bahwa dulu mereka berani ‘melawan’ siapapun, termasuk rencana pencaplokan SCTV oleh penguasa, “Di era @RizaPrimadi Liputan6 bahkan sempat mau dicaplok Habibie. Kalian pernah menggagalkan pemred bentukan Baramuli.”

Apni sebagai orang yang pernah terlibat membangun SCTV tentunya geregetan melihat kondisi yang dihadapi Liputan 6 saat ini. Ia pastinya selain geram juga menyayangkan mengapa kondisi begitu mudah berubah, dan tentunya merubah ‘kawan-kawannya’ yang masih ada di dalam.

Jika kita buka sejarah media tv tanah air, publik di tanah air setidaknya mencatat betapa ‘hebatnya’ Liputan 6 SCTV di ujung masa Orde Baru. Di detik-detik jatuhnya pemerintahan Soeharto tahun 1998, saya ingat sekali Liputan 6 menampilkan wawancara yang dikategorikan ‘berani’ pada masanya. Saat itu Host Liputan 6 Ira Koesno mewawancarai mantan menteri Orde Baru, Sarwono Kusumaatmaja soal pemerintahan Soeharto. Dalam Wawancara itu Sarwono mengibaratkan pemerintahan Soeharto saat itu sebagai pemerintahan yang sakit gigi. Jika giginya sakit, cabut saja giginya, begitu antara lain Sarwono berargumen.

Wawancara itu kemudian melambungkan Liputan 6 SCTV sebagai redaksi pemberitaan terdepan. Rating dan share program ini meroket meninggalkan program sejenis milik stasiun tv lain. Sayapun -dan mungkin peminat berita lainnya- Liputan 6 sebagai program berita wajib tonton. Karena untuk berita politik tergolong berani dan terdepan.

Seiring perubahan waktu, perubahan arah politik dan bisnis, berubah pula sebuah kredibilitas. Sejumlah jurnalis handal SCTV satu persatu kemudian hengkang. Ada persoalan internal yang sayup-sayup saya dengar. Mulai dari tangan ‘pemodal’ yang makin perkasa, perubahan orientasi bisnis hingga kabar awak redaksi yang sulit disetir. Semuanya nyaris tak terjawab, dan publik pun hanya bisa menduga-duga.

Namun yang kemudian terjadi, perlahan posisi terhormat Liputan 6 sebagai stasiun tv yang aktual, tajam, terpercaya meredup. Secara isi, Liputan 6 tak lagi dijadikan referensi tontonan. Kredibilitas yang berhasil dibangun dengan ‘darah’ dan ‘air mata’ kini tinggal kenangan. Setidaknya kasus program Sigi makin mengentalkan hal itu.


SCTV (Surya Citra Televisi) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. Pada tahun 2011, Indosiar dan SCTV telah ber-merger yang salah satu langkahnya yaitu memindahkan sebagian program di SCTV ke Indosiar.

SCTV (awalnya singkatan dari 'Surabaya Central Televisi'), bermula dari Jl. Darmo Permai, Surabaya, Agustus 1990, siaran SCTV diterima secara terbatas untuk wilayah Gerbang Kertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoardjo dan Lamongan) yang mengacu pada izin Departemen Penerangan No. 1415/RTF/K/IX/1989 dan SK No. 150/SP/DIR/TV/1990. Satu tahun kemudian, 1991, pancaran siaran SCTV meluas mencapai Pulau Dewata, Bali dan sekitarnya.
Sejarah Berdiri Televisi SCTV
Baru pada tahun 1993, berbekal SK Menteri Penerangan No 111/1992 SCTV melakukan siaran nasional ke seluruh Indonesia. Untuk mengantisipasi perkembangan industri televisi dan juga dengan mempertimbangkan Jakarta sebagai pusat kekuasaan maupun ekonomi, secara bertahap mulai tahun 1993 sampai dengan 1998, SCTV memindahkan basis operasi siaran nasionalnya dari Surabaya ke Jakarta.

Pada tahun 1999 SCTV melakukan siarannya secara nasional dari Jakarta. Sementara itu, mengantisipasi perkembangan teknologi informasi yang kian mengarah pada konvergensi media SCTV mengembangkan potensi multimedianya dengan meluncurkan situs http://www.liputan6.com, http://www.liputanbola.com Melalui ketiga situs tersebut, SCTV tidak lagi hanya bersentuhan dengan masyarakat Indonesia di wilayah Indonesia, melainkan juga menggapai seluruh dunia. Dalam perkembangan berikutnya, melalui induk perusahaan PT. Surya Citra Media tbk (SCM), SCTV mengembangkan potensi usahanya hingga mancanegara dan menembus batasan konsep siaran tradisional menuju konsep industri media baru.

SCTV menyadari bahwa eksistensi industri televisi tidak dapat dipisahkan dari dinamika masyarakat. SCTV menangkap dan mengekspresikannya melalui berbagai program berita dan feature produksi Divisi Pemberitaan seperti Liputan 6 (Pagi, Siang, Petang dan Malam), Buser, Topik Minggu Ini, Sigi dan sebagainya. SCTV juga memberikan arahan kepada pemirsa untuk memilih tayangan yang sesuai. Untuk itu, dalam setiap tayangan SCTV di pojok kiri atas ada bimbingan untuk orangtua sesuai dengan ketentuan UU Penyiaran No: 32/2002 tentang Penyiaran yang terdiri dari BO (Bimbingan Orangtua), D (Dewasa) dan SU (Semua Umur). Jauh sebelum ketentuan ini diberlakukan, SCTV telah secara selektif menentukan jam tayang programnya sesuai dengan karakter programnya.

Dalam kurun waktu perjalanannya yang panjang, berbagai prestasi diraih dari dalam dan luar negeri antara lain: Asian Television Awards (2004 untuk program kemanusian Titian Kasih (Pijar), 1996 program berita anak-anak Krucil), Majalah Far Eastern Economic Review (3 kali berturut-turut sebagai satu dari 200 perusahaan terkemuka di Asia Pasific), Panasonic Awards (untuk program berita, pembaca berita dan program current affair pilihan pemirsa) dan sebagainya. Semua itu menjadikan SCTV kian dewasa dan matang. Untuk itu, manajemen SCTV memandang perlu menegaskan kembali identitas dirinya sebagai stasiun televisi keluarga. Maka sejak Januari 2005, SCTV mengubah logo dan slogannya menjadi lebih tegas dan dinamis: Satu Untuk Semua.

Melalui 47 stasiun transmisi, SCTV mampu menjangkau 240 kota dan menggapai sekitar lebih dari 175 juta potensial pemirsa. Dinamika ini terus mendorong SCTV untuk selalu mengembangkan profesionalisme sumber daya manusia agar dapat senantiasa menyajikan layanan terbaik bagi pemirsa dan mitra bisnisnya.

SCTV telah melakukan transisi ke platform siaran dan produksi digital, yang merupakan bagian dari kebijakan untuk secara konsisten mengadopsi kecanggihan teknologi dalam meningkatkan kinerja dan efsiensi operasional. Dalam semangat yang sama, kebijakan itu telah meletakkan penekanan yang kokoh pada pembinaan kompetensi individu di seluruh aspek untuk mempertajam basis pengetahuan seraya memupuk talenta, kreativitas dan inisiatif. Inilah kunci untuk memperkuat posisi SCTV sebagai salah satu dari stasiun penyiaran terkemuka di Indonesia. 
Read More »

Senin, 03 Juni 2013

0 OS Linux Tools Analis dan pengujian keamanan jaringan

23.45 Under From Rico
[0 Comment]
Wireshark – Network Traffic Analyzer
Wireshark adalah tools untuk menganalisis lalu lintas paket data di jaringan. Lazim dipanggil sebagi SNIFFER (pengintai). Sniffer adalah tools yang berkemampuan menangkap paket data dalam jaringan Wireshark mampu mendecode paket data dalam banyak jenis protokol. Tersedia pada operasi sistem linux dan windows.
Install wireshark:
Buka terminal (seperti command prompt di windows), lalu ketikkan
#sudo aptitude install wireshark
Nessus – Remote Network Security Auditor
Nessus adalah scanner untuk mengetahui celah keamanan komputer, baik komputer anda atau komputer siapapun. Kemampuannya yang lengkap sebagai Vulnerability Scanner adalah nyata karena didukung dengan fitur high speed discovery, configuration auditing, asset profiling, sensitive data discovery, dan vulnerability analysis of our security posture.
Install NESSUS:
#sudo apt-get install nessus
NMAP – The Network Mapper
Adalah tools pemetaan jaringan (network) terbaik yang pernah ada sejauh ini. Panggunaannya yang praktis, konfigurasi yang mudah, dan kehandalannya dalam memetakan jaringan komputer di manapun. Dengan Nmap, anda dapat mengetahui komputer-komputer (hosts) apa saja yang sedang terhubung dalam sebuah jaringan, apa service (aplikasi) yang sedang dijalankan komputer itu (host), apa sistem operasi komputer yang dipakai, apa tipe firewall yang digunakan, dan karakteristik lainnya dari komputer.
Install NMAP:
#sudo apt-get install nmap
Etherape – Graphical Network Monitor Modeled after Etherman
Etherape adalah tools untuk memonitor jaringan dengan tampilan grafis. Tools ini dilengkapi dengan kemampuan menghasilkan grafik dari lapisan jaringan, mode IP dan TCP, serta menampilkan kegiatan network (jaringan) secara grafis. Kita dapat memfilter traffic apa saja yang mau ditampilkan secara grafis.
Install Etherape:
#sudo apt-get install etherape
Kismet
Siapa yang tak kenal tools ini? Sebuah tools terbaik dan satu-satunya di dunia yang mampu mendeteksi setiap jaringan (network) wireless dengan sempurna tanpa cacat sekalipun jaringan tersebut telah berusaha disembunyikan. Dengan tools standar, kita kadang terkecoh bahwa ternyata ada jaringan yang tetap ada namun tak terpantau oleh komputer kita. Kismet adalah detektor jaringan wireless, sniffer, dan sistem pendeteksi penyusup pada komputer. Kismet dapat bekerja pada beragam tipe wireless card, dengan syarat wireless card kita memiliki fitur MODE MONITOR. Kismet dapat melakukan sniffing pada traffic-traffic 802.11b, 802.11a, dan 802.11g.
Install Kismet:
#sudo apt-get install kismet
Chkrootkit – Checks for signs of rootkits on the local system
Tools ini berfungsi melakukan identifikasi apakah sebuah komputer diinfeksi dengan rootkit. Apa itu tootkit? Ini dia jenis-jenis rootkit:
1. lrk3, lrk4, lrk5, lrk6 (and some variants);
2. Solaris rootkit;
3. FreeBSD rootkit;
4. t0rn (including latest variant);
5. Ambient’s Rootkit for Linux (ARK);
6. Ramen Worm;
7. rh[67]-shaper;
8. RSHA;
9. Romanian rootkit;
10. RK17;
11. Lion Worm;
12. Adore Worm.
Install Chkrootkit:
#sudo apt-get install chkrootkit
Rkhunter – Rootkit, backdoor, sniffer and exploit scanner
Tools ini sangat berguna dalam melakukan scanning system komputer kita terhadap keberadaan rootkit yang teridentifikasi berbahaya atau sangat mencurigakan, backdoors, sniffers, dan exploits.
Tools ini akan melakukan pemeriksaan berikut ini di komputer kita:
- MD5 hash changes;
- files commonly created by rootkits;
- executables with anomalous file permissions;
- suspicious strings in kernel modules;
- hidden files in system directories;
Dalam upaya scanning sistem yang optimal, anda harus mengecek sistem menggunakan RKHUNTER dan CHKROOTKIT.
Install Rkhunter:
#sudo apt-get install rkhunter
TCPDump – A powerful tool for network monitoring and data acquisition
Tools ini mengizinkan anda untuk melakukan dumping terhadap lalu lintas jaringan kompute. TCPDump juga dapat digunakan untuk menguji IPv4, ICMPv4, IPv6, ICMPv6, UDP, TCP, SNMP, AFS BGP, RIP, PIM, DVMRP, IGMP, SMB, OSPF, NFS, dan banyak tipe paket data di jaringan. Selain itu, anda juga dapat menggunakan tools ini untuk melakukan track down masalah network, mendeteksi “Ping Attacks”, dan memonitor kegiatan network.
Instal TCPDump:
#sudo apt-get install tcpdump
SNORT – Flexible Network Intrusion Detection System
Ini adalah salah satu tools favorit saya dalam mendeteksi penyusup di jaringan. Kemampuan tools ini adalah yang tercanggih dalam mendeteksi attacks dan probes dalam network, seperti buffer overflows, stealth port scans, CGI attacks, SMB probes, dan lain-lain.
Instal Snort:
#sudo apt-get install snort
Firestarter – program for managing and observing your firewall
Firestarter adalah tools lengkap mesin Linux yang berfungsi sebagai firewall. Memiliki kemampuan real-time dalam menunjukkan probing penyerang pada mesin komputer.
Instal firestarter:
#sudo apt-get install firestarter
CLAMAV – anti-virus utility for Unix
Clam antivirus adalah antivirus yang didesain untuk mesin Linux. Antivirus ini berkemampuan melakukan scanning pada:
- format Zip, RAR, Tar, Gzip, Bzip2, OLE2, Cabinet, CHM, BinHex, SIS, dan sebagainya
- seluruh format file mail
- seluruh format file dokument, termasuk file Microsoft Office dan file Mac Office seperti HTML, RTF dan PDF.
Instal Clamav:
#sudo apt-get install clamav
Netcat – TCP/IP swiss army knife
Netcat adalah sebuah tools simpel dari mesin linux yang berkemampuan membaca dan menuliskan paket-paket data di jaringan, baik yang berprotokol TCP maupun UDP.
Instal Netcat:
#sudo apt-get install netcat
John
Lebih terkenal dengan sebutan John the Ripper (JTR), adalah tools yang didesain untuk membantu administrator sistem dalam menemukan kelemahan password. Tools ini mampu digunakan dalam berbagai bentuk chipertext, termasuk Unix’s DES and MD5, Kerberos AFS passwords, Windows’ LM hashes, BSDI’s extended DES, dan OpenBSD’s Blowfish.
Bagi yang ingin melakukan cracking terhadap sebuah password, John the Ripper adalah jawaban terbaik.
Instal John the Ripper:
#sudo apt-get install john
Dnsniff – Various tools to sniff network traffic for cleartext insecurities
Dsniff adalah sebuah paket tools yang mengandung beberapa sub-tools di dalamnya untuk menyadap dan mengkreasikan jaringan.
Sub-sub tools itu adalah berikuti ini:
* arpspoof – Send out unrequested (and possibly forged) arp replies.
* dnsspoof – forge replies to arbitrary DNS address / pointer queries on the Local Area Network.
* dsniff – password sniffer for several protocols.
* filesnarf – saves selected files sniffed from NFS traffic.
* macof – flood the local network with random MAC addresses.
* mailsnarf – sniffs mail on the LAN and stores it in mbox format.
* msgsnarf – record selected messages from different Instant Messengers.
* sshmitm – SSH monkey-in-the-middle. proxies and sniffs SSH traffic.
* sshow – SSH traffic analyser.
* tcpkill – kills specified in-progress TCP connections.
* tcpnice – slow down specified TCP connections via “active” traffic shaping.
* urlsnarf – output selected URLs sniffed from HTTP traffic in CLF.
* webmitm – HTTP / HTTPS monkey-in-the-middle. transparently proxies.
* webspy – sends URLs sniffed from a client to your local browser (requires libx11-6 installed).
Install dsniff:
#sudo apt-get install dsniff
Read More »